SD MUMTAZ https://sdmumtaz.sch.id SD MUMTAZ SEPANJANG Mon, 22 Aug 2022 17:00:28 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.6 https://sdmumtaz.sch.id/wp-content/uploads/2020/10/cropped-WhatsApp-Image-2020-10-13-at-10.46.18-1-32x32.jpeg SD MUMTAZ https://sdmumtaz.sch.id 32 32 Peringatan Hut RI ke-77 SD MUMTAZ https://sdmumtaz.sch.id/2022/08/17/peringatan-hut-ri-ke-77-sd-mumtaz/ https://sdmumtaz.sch.id/2022/08/17/peringatan-hut-ri-ke-77-sd-mumtaz/#respond Wed, 17 Aug 2022 16:33:00 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=869
Upacara Peringatan HUT RI Ke-77 SD Mumtaz di gedung 1

Tepat pada hari Rabu 17 Agustus 2022, SD Muhammadiyah 1&2 Taman melaksanakan upacara hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77 dengan tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

SD Muhammadiyah mengadakan lomba Agustusan seperti balap bakiak, moving water, tarik tambang, balap kelereng, pindah holahop, dan balap karung. Para siswa dan siswi SD Muhammadiyah mengaku senang karena setelah dua tahun lomba Agustusan di sekolah tidak diselenggarakan karena pandemi, akhirnya diselenggarakan kembali. Uniknya semua lomba yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 1&2 Taman ini beregu. Menurut beberapa siswi SD Muhammadiyah 1&2 Taman, lomba yang beregu ini bisa melatih sportivitas, kerjasama dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Lomba Bakiak SD Mumtaz

Ketika selesai mengikuti perlombaan, para siswa dan siswi SD Muhammadiyah 1& 2 Taman saling bersalaman dan memberi semangat bagi yang kalah, serta memberi selamat bagi yang memenangkan perlombaan.

Lomba Balap Karung SD MUMTAZ
Para Siswa SD MUMTAZ Sportif Bersalaman saat berakhirnya Lomba

Selain mengadakan lomba Agustusan, SD Muhammadiyah 1&2 Taman juga melaksanakan upacara hari kemerdekaan Indonesia, pawai hari kemerdekaan dan ikut serta gerak jalan kecamatan.

Panggung Pawai Kemerdekaan RI SD MUMTAZ
Tim Gerak Jalan Putri dan Putra SD MUMTAZ Kecamatan Taman

Upacara SD Muhammadiyah 1&2 Taman melibatkan guru dan karyawan sebagai petugas upacara. Sebelum pelaksanaan upacara kemerdekaan Indonesia, para guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1&2 Taman tentu melakukan persiapan dengan latihan dan gladi sebagai upaya menampilkan yang terbaik dan sebagai contoh siswa serta siswi SD Muhammadiyah 1&2 Taman.

Bapak Fatchul Mubarok, kepala sekolah SD Muhammadiyah 2 Taman menambahkan, “Intinya, acara itu semua sebagai rasa kepedulian, penghormatan dan rasa sukacita dengan diberikan izinnya oleh pemerintah untuk mengadakan ‘uforia’ yang bertujuan merayakan hut RI ke-77  yang selama pandemi tidak dapat kita laksanakan.”

Kegiatan pawai hari kemerdekaan Indonesia di SD Muhammadiyah 1&2 Taman bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1&2 Taman jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan kita, serta menambah ukhuwah/silaturahmi have fun agar dapat refreshing dan kegiatan pawai hari kemerdekaan Indonesia di SD Muhammadiyah 1&2 Taman tidak ada kendala karena sudah diizinkan oleh pihak kepolisian.

Penulis: Raisa Azka Fakhriyah 6A, Aubrey Mutianeyza Azzahra 6A

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2022/08/17/peringatan-hut-ri-ke-77-sd-mumtaz/feed/ 0
Guru dan Karyawan SD MUMTAZ Belajar Mengenai “Wajibul Muallimin” https://sdmumtaz.sch.id/2022/04/07/guru-dan-karyawan-sd-mumtaz-belajar-mengenai-wajibul-muallimin/ https://sdmumtaz.sch.id/2022/04/07/guru-dan-karyawan-sd-mumtaz-belajar-mengenai-wajibul-muallimin/#respond Thu, 07 Apr 2022 04:54:30 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=841

SD MUMTAZ – Sebagai sekolah yang memiliki visi “Unggul dalam Prestasi dan Berkarakter Islami”, SD Muhammadiyah 1&2 Taman mengadakan kegiatan Kajian Tafsir Al-Quran Tematik SD MUMTAZ pada hari ini (06/04/2022) yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan. Kajian ini bertemakan “Wajibul Muallimin” yang bermakna Kewajiban Guru. Kajian ini diisi oleh narasumber yang merupakan pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, yaitu Dr. Eko Asmanto, MA.

Menurut Bu Eli Mahmudah, S.Ag, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan menyatakan bahwa tujuan dari diadakannya Kajian Tafsir Al-Quran Tematik kepada guru dan karyawan SD MUMTAZ adalah supaya para guru dan karyawan SD MUMTAZ tidak hanya membaca dan menghafal Al-Quran seperti yang sudah dilakukan seperti biasa, akan tetapi para guru dan karyawan juga diharapkan mendapatkan pembelajaran dari Al-Quran mengenai bagaimana menjadi pribadi yang uswatun hasanah sebagai tenaga pendidik di sekolah sehingga bisa menjadi contoh atau teladan bagi para siswa.

Siapakah Muallimin itu? Mengacu pada QS. Al Baqarah ayat 151, Ustadz Eko memaparkan bahwa Muallimin adalah orang-orang yang mampu mengkonstruksikan bangunan ilmu secara sistematis dalam pemikiran peserta didik dalam bentuk ide, wawasan, kecakapan, dan sebagainya yang ada kaitannya dengan hakekat sesuatu. Dengan pembawaan yang ringan namun tetap berbobot, Ustadz Eko menyampaikan materi kajian tafsir dengan jelas dan lugas, serta diikuti oleh humor ringan yang membuat suasana menjadi nyaman.

Ustadz Dr. Eko Asmanto, MA. pada saat menyampaikan materi Wajibul Muallimin kepada guru dan karyawan SD MUMTAZ

Kajian tafsir ini juga ditayangkan secara langsung melalui Channel Youtube SD Mumtaz Sepanjang, agar bagi para guru dan karyawan yang berhalangan hadir pada kajian hari ini tetap bisa mendapatkan ilmunya. Kegiatan ini akan diadakan setiap hari Rabu selama bulan Ramadan dengan mengusut tema yang berbeda pada setiap pertemuan. (Farah/SD MUMTAZ)

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2022/04/07/guru-dan-karyawan-sd-mumtaz-belajar-mengenai-wajibul-muallimin/feed/ 0
200 Wali Murid Mengajar Kelas Inspiratif SD Mumtaz https://sdmumtaz.sch.id/2022/01/10/200-wali-murid-mengajar-kelas-inspiratif-sd-mumtaz/ https://sdmumtaz.sch.id/2022/01/10/200-wali-murid-mengajar-kelas-inspiratif-sd-mumtaz/#respond Mon, 10 Jan 2022 08:47:26 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=820

200 Wali Murid Mengajar Kelas Inspiratif SD Mumtaz, laporan Heni Dwi Utami

SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo menyelenggarakan Pekan Inspiratif, Senin-Jumat (3-7/1/2022). Selama satu pekan perwakilan wali murid yang profesional di setiap bidang pekerjaannya, menjadi guru tamu di kelas putra-putrinya. 

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Mumtaz Arif Yuli Purwanto ST MPd, menjelaskan, banyak wali murid SD Mumtaz yang menjadi profesional di berbagai bidang pekerjaan. 

“Maka kami ajak kerja sama untuk mengisi Kelas Inspiratif ini,” ujarnya, Jumat (7/1/2022). Setiap hari, tambahnya, ada 40 wali murid yang mengisi 40 kelas. Mereka berbagi cerita tentang profesi dan tugas yang diembannya. 

“Kami percaya kehadiran mereka membuat anak anak termotivasi untuk bercita-cita lebih tinggi,” ujarnya

Arif menambahkan, Kelas Inspiratif dapat membangun imajinasi murid tentang profesi dan karier di masa depan. Hal ini, tentunya, memotivasi murid untuk memiliki tekad yang kuat dan percaya diri dalam berjuang dalam meraih cita-citanya. 

200 Pengajar Kelas Inspiratif

Menurutnya, untuk mendukung terwujudnya kelas inspiratif perlu peran dari orangtua murid. Hal tersebut sangat penting karena perlu kesadaran dari orangtua murid akan kebutuhan pendidikan putra-putrinya dalam meraih cita-citanya. 

“Kolaborasi ini perlu dibangun agar muncul persepsi yang sama dalam mengembangkan pembelajaran murid yang nyaman dan menyenangkan,” ujarnya.

Arif Yuli Purwanto, total dalam satu pekan kegiatan ini ada 200 wali murid yang mengisi Kelas Inspiratif di SD Mumtaz. “Mereka secara sukarela dan penuh semangat menjadi tentor khusus kelas putra-putrinya,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, jumlah kelas I sampai kelas VI SD Mumtaz ada 40. Rinciannya kelas I 8 kelas; kelas II : 8 kelas; kelas III : 6 kelas; kelas IV: 6 kelas; kelas V: 6 kelas dan kelas VI : 6 kelas. “Kelas inspiratifnya bersamaan waktunya, pukul 7.30-09.00. Setiap hari—dari hari Senin sampai Jumat—berganti-ganti wali muridnya” ujarnya.

Salah satu adalah drg Rosalina Ayuningtyas, ibunda Melvin Yusuf Pratomo, siswa kelas 1A SD Muhammadiyah 1 Taman. Rosalina bahkan sampai membawa kru yang memakai busana gigi raksasa, untuk lebih membuat murid-murid bersemangat mengenal profesi dokter gigi dan cara menggosok gigi yang benar.

“Saya senang sekali dan bersyukur bisa ikut berpartisipasi di kelas inspiratif ini. Yang penting adalah bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” kara Rosalina. 

https://sdmumtaz.sch.id/2021/12/21/mumtaz-smart-competition-ajang-lomba-dan-unjuk-karya-siswa-kurikulum-baru/

Penulis Heni Dwi Utami. Editor Pikaler Studio.

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2022/01/10/200-wali-murid-mengajar-kelas-inspiratif-sd-mumtaz/feed/ 0
Mumtaz Smart Competition, Ajang Lomba dan Unjuk Karya Siswa Kurikulum Baru https://sdmumtaz.sch.id/2021/12/21/mumtaz-smart-competition-ajang-lomba-dan-unjuk-karya-siswa-kurikulum-baru/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/12/21/mumtaz-smart-competition-ajang-lomba-dan-unjuk-karya-siswa-kurikulum-baru/#respond Tue, 21 Dec 2021 03:32:09 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=815

Mumtaz Smart Competition, sarana unjuk karya dan gali talenta para siswa dengan mengikuti perkembangan penilaian kurikulum baru.

SD Muhammadiyah 1-2 Taman (SD MUMTAZ) mengadakan event Mumtaz Smart Competition (MSC) untuk anak usia empat hingga enam tahun (Sabtu, 18/12/2021). Kegiatan pencarian bakat yang diadakan di dua lokasi ini diikuti 190 TK di Surabaya raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik).

Ketua Panitia MSC Hilal Misbachuddin SPd mengatakan, ada empat kategori yang dilombakan dalam event ini, yakni Lomba Tari Kreasi, Tahfidh, Mewarnai Mom and Kids, dan Vlog. “Untuk tetap dapat melaksanakan sesuai protokol kesehatan, kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat, yakni gedung I SD Muhammadiyah 1-2 Taman serta Aula Mas Mansyur – Masjid Al Manar,” ujarnya.

Perkembangan Kurikulum Terbaru

Fatchul melanjutkan, bukan hanya lomba-lomba yang diadakan, ada juga pameran karya dari murid-murid SD Mumtaz juga. “Mengikuti perkembangan kurikulum terbaru, kegiatan penilaian di SD Mumtaz tidak melulu hanya dari nilai, tapi juga ada pembuatan proyek atau Project Based Learning dan Problem Based Learning. Hasil proyek murid-murid dipamerkan untuk dilihat oleh para pengunjung dan peserta lomba, yang juga sebagian besar adalah calon murid baru di SD Mumtaz,” ungkapnya.

Di sela-sela lomba, Meilinda Furinggit ibunda Elang Putra, salah seorang peserta lomba dari TK DWP Ngelom mengaku senang sang anak mengikuti kegiatan ini. “Anak saya ikut dua lomba hari ini, yakni Lomba Vlog dan Mewarnai. Alhamdulillah anak saya senang, katanya seru,” tuturnya.

Sebagai orang tua, sambungnya, juga turut senang karena acara ini bisa meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan keberaniannya juga. “Untuk lomba vlognya gampang-gampang susah juga sih. Menjadikan pengalaman baru untuk anak saya. Yang dulu belum pernah nge-vlog, sekarang jadi bisa nge-vlog dengan aturan yang sudah ditentukan panitia,” paparnya.

Tidak hanya berhenti hanya sampai di lomba, nantinya, bakat anak-anak hebat ini akan lebih dikembangkan di SD Mumtaz, melalui kelas talent. (*)

Penulis Heni Dwi Utami. Editor Team Pikaler Studio.

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/12/21/mumtaz-smart-competition-ajang-lomba-dan-unjuk-karya-siswa-kurikulum-baru/feed/ 0
Awas! Melanggar Prokes di SD Mumtaz Akan Ditegur Dokter Cilik https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/28/awas-melanggar-prokes-di-sd-mumtaz-akan-ditegur-dokter-cilik/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/28/awas-melanggar-prokes-di-sd-mumtaz-akan-ditegur-dokter-cilik/#respond Wed, 27 Oct 2021 23:39:30 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=793
Dari kanan Heni Dwi Utami, S.Sos, S.Pd, Aisyah Aaqilah Az-Zahra , Hilal Misbahuddin, S.Pd sedang meng-edukasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan ke siswa kelas 2H secara hybrid (Heni Dwi Utami/SDMUMTAZ.SCH.ID)

Awas! Melanggar Prokes di SD Mumtaz Akan Ditegur Dokter Cilik. Tim Satgas Covid-19 dan Dokter Cilik SD Mumtaz memberikan edukasi masuk ke kelas-kelas di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman Sidoarjo. 

Sejak Rabu (27/10/2021) keduanya berkolaborasi mengajak para siswa lebih sadar dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, serta protokol kesehatan (prokes).

Ketua Tim Satgas Covid SD Mumtaz, Heni Dwi Utami SSos SPd menjelaskan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Status PPKM sudah turun ke level 1 di wilayah Sidoarjo. Namun bukan berarti warga sekolah boleh lengah.

Dia mengajak warga sekolah bersyukur sebab saat ini di lingkungan SD Mumtaz, baik tenaga pendidik dan murid, sudah tidak ada yang terkena Covid-19. Dan 95 persen guru dan murid berusia 12 tahun juga sudah divaksin. 

“Partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam mendukung upaya penanganan Covid-19 menjadi faktor penting keberhasilan kita mencapai kondisi saat ini,” ujarnya. 

Namun, sambungnya, kita tidak boleh lengah. Melandainya kasus Covid-19 jangan sampai membuat kita lengah dan abai terhadap prokes. Protokol kesehatan harus tetap disiplin dilaksanakan.

Peran Dokter Cilik

Heni menerangkan peran Dokter Cilik SD Mumtaz. Menurutnya, jika guru atau orang dewasa mengingatkan anak-anak taat prokes sudah lumrah, tapi jika yang mengingatkan adalah murid sendiri pasti beda. 

Dia menjelaskan, para dokter cilik turut aktif mengingatkan teman-temannya, tenaga pendidik, juga wali murid dan tamu yang memasuki lingkungan sekolah mengukur suhu terlebih dahulu. 

“Mereka bahkan tak sungkan menegur apabila ada yang memakai masker kurang tepat, selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak,” urainya. 

Di dalam kelas hybrid Dokter Cilik Aisyah Aaqilah Az-Zahra dan Iqrima Fitra Chalifah bersama Tim Satgas Covid-19 SD Mumtaz memberikan edukasi ke kelas-kelas tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan. 

Aisyah dan Iqrima menjelaskan ada 6+ protokol kesehatan yang harus dilakukan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal satu meter, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, menghindari makan bersama, dan yang terpenting adalah memperbanyak doa. 

“Mereka juga mengingatkan para murid agar senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta makan makanan yang sehat, agar terhindar dari berbagai penyakit,” terang Heni. (*) 

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/28/awas-melanggar-prokes-di-sd-mumtaz-akan-ditegur-dokter-cilik/feed/ 0
Upgrading Pengajar BTQ SD Mumtaz https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/17/upgrading-pengajar-btq-sd-mumtaz/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/17/upgrading-pengajar-btq-sd-mumtaz/#comments Sun, 17 Oct 2021 15:14:57 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=788 Rabu (13/10/2021) dan Sabtu (16/10/2021) ustadz dan ustadzah SD Mumtaz melakukan upgrading Metode Tajdid. Upgrading diri yang dipandu oleh Direktur Tajdied Center Misbahul Munir SPdI dilaksanakan di Gedung 1 SD Mumtaz yang bertempat di Jl. Raya Bebekan 269 Taman-Sidoarjo, bersama 15 guru BTQ (Baca Tulis Qur’an) SD Mumtaz.

Direktur Tajdied Centre, Misbahul Munir, S.PdI sedang memberikan materi pada ustadz/ustadzah SD Mumtaz (Heni Dwi utami/SDMUMTAZ.SCH.ID)

Munir mengatakan, “Metode Tajdied ini merupakan metode yang memudahkan siswa dalam mempelajari Al Qur’an. Metode ini juga lahir sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan sistem pendidikan Al-Qur`an yang lebih komprehensif, penanaman rasa cinta kepada Al-Qur`an dan konteks pembelajarannya bertujuan untuk menanamkan kedekatan terhadap Al-Qur`an.”

Belajar membaca Alquran dengan metode Tajdid, dapat dipastikan tidak merasa bosan karena pembelajarannya penuh dengan game (permainan) yang menarik bagi anak-anak. Bahkan ada unsur literasi yang diangkat dalam metode ini. Karena siswa diajak mengenal huruf hijaiyah dan harokatnya dari sebuah cerita sederhana. Dicontohkan, membaca huruf Alquran diiringi dengan tepuk tangan. Satu huruf diikuti tepuk satu kali dan lagu yang digunakan memakai lagu Hijaz.

”Metode ini merupakan cara belajar Alquran yang menarik karena tidak butuh waktu lama untuk bisa membaca dengan baik dan benar,” katanya lagi.

Sementara itu, Eli Mahmudah, S.Ag, M.Pd Wakil Kepala Bidang Al Islam menyampaikan, “Budaya belajar di SD Mumtaz, tidak hanya kami terapkan di murid-murid saja. Tapi semua kalangan di SD Mumtaz harus dan butuh untuk selalu belajar. Tak terkecuali untuk para guru BTQ. Kami ingin kompetensi seluruh guru BTQ bagus semuanya. Baik yang baru atau yang sudah senior seyogyanya memiliki kemampuan yang sama dan teruji. Yang lebih penting lagi, mampu mengelola pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bersama para siswa.”

Dalam praktiknya, setelah mendapatkan arahan dari Ustadz Munir, para guru BTQ saling bergantian memimpin kelas dengan kata kunci yang berbeda-beda. Semua guru BTQ harus siap membimbing para siswa dalam berbegai level, baik itu level tilawah, level tajwid, dan level Al Qur’an.

Penulis: Heni Dwi Utami

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/17/upgrading-pengajar-btq-sd-mumtaz/feed/ 2
Ayah, Bunda Jangan Canggung Ucapkan 5 Kalimat Ajaib https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/09/ayah-bunda-jangan-canggung-ucapkan-5-kalimat-ajaib/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/09/ayah-bunda-jangan-canggung-ucapkan-5-kalimat-ajaib/#respond Sat, 09 Oct 2021 14:19:44 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=781
Intan Larasati, M.Psi Psikolog dari Lembaga Psikologi Adhitama Surabaya menjadi pemateri kegiatan Parenting dan pembagian hasil PBM SD Mumtaz didampingi oleh Heni Dwi Utami, S.Sos, S.Pd Wakil Kepala bidang Humas SD Mumtaz selaku MC di acara tersebut (Heni Dwi Utami/sdmumtaz.sch.id)

Lima kalimat ajaib orang tua pada anak disampaikan oleh Psikolog, Intan Larasati, M.Psi Sabtu (9/10/11) dalam kegiatan parenting dan penyampaian hasil Penelusuran Bakat Minat (PBM) siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 1-2 Taman Sidoarjo atau SD Mumtaz.

Rahadian Arif Rahman, SS, M.Ap, Kepala SD Mumtaz dalam sambutannya mengatakan, “Orang tua mana yang tak ingin anaknya cerdas, berprestasi dan pertumbuhannya sesuai usia? Namun sudah benarkah pola asuh kita? Nah, lewat PBM atau asesmen psikologi, SD Mumtaz ingin berkolaborasi dengan wali siswa, memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak. Akan jadi apa nantinya seorang anak, bukanlah tanggung jawab sekolah semata, namun perlu kerja sama yang baik antara semua pihak, termasuk antara sekolah dengan wali siswa. Hasil PBM ini bukanlah raport, tapi bisa dijadikan data awal atau rekomendasi penentuan metode belajar dan cara pengasuhan yang tepat sesuai potensi setiap anak, guna menghasilkan generasi terbaik.”

Fachruddin, wali siswa kelas 1D dan Ika Dharmayanti, wali siswa kelas 1F SD Mumtaz tengah membaca hasil Penelusuran Bakat Minat (PBM) putra-putrinya (Heni Dwi Utami/sdmumtaz.sch.id)

Dalam pemaparannya, Intan Larasati, M.Psi menjelaskan, hasil asesmen psikologi anak bisa digunakan orang tua untuk mensupport anak-anaknya dalam mengembangkan potensi anak secara maksimal. Ada banyak data yang didapatkan dari PBM, diantaranya klasifikasi intelegensi, aspek psikologi, kepribadian, aspek emosional, gaya belajar, bakat, minat, juga saran-saran khusus yang bisa dijadikan rekomendasi penentuan langkah, metode, maupun pendekatan yang sesuai dengan diri masing-masing anak.

Intan mengatakan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Beberapa orang tua suka menyamakan gaya belajarnya dengan gaya belajar anaknya. Misalnya jika ibunya tipe visual yang suka membaca dan tekun, tidak bisa menerapkan pola belajar yang sama dengan anaknya kinestetik yang belajar sambil melakukan kegiatan fisik.

Intan Larasati, M.Psi mempraktikkan cara menambal luka hati anak pada salah satu wali murid yang hadir dalam parenting dan pembagian hasil PBM SD Mumtaz (Heni Dwi Utami/sdmumtaz.sch.id)

Ketidaksamaan gaya belajar dan ketidakpahaman penerapannya ini, kadang membuat orang tua mengucapkan atau melakukan tindakan yang membuat anak terluka. Hal ini tentunya tidak baik bagi perkembangan anak. Lalu bagaimana, jika sudah terlanjur dilakukan bertahun-tahun pada anak? Intan mengatakan, tak perlu cemas dan larut dalam penyesalan. Para orang tua bisa mengobati luka hati anak, atau menumbuhkan kembali potensi anak dengan konsisten mengucapkan lima kalimat ajaib, yakni maaf, terima kasih, tolong, i’m proud of you, dan i love you. Cukup canggung memang jika kita sebelumnya tak terbiasa mengucapkannya pada anak-anak kita. Tapi tak pernah ada kata terlambat untuk melakukannya.

Psikolog Lembaga Psikologi Adhitama Surabaya ini, juga mempraktikkan cara menambal luka hati anak. Pertama, peluk anak dengan lembut, tatap anak dengan posisi mata sejajar, dan ucapkan dengan penuh kasih sayang jika ayah/ibu meminta maaf telah memarahi/membentak anak. Kemudian kembali peluk dan jelaskan mengapa ayah/ibu tadi marah. Lalu katakan kalau ayah/ibu bangga dan sayang pada anak. Kedua, saat hendak tidur orang tua disarankan untuk membacakan dongeng pada anak. Ini sangat bagus untuk membangun bonding antara anak dan orang tua. Di sela-sela membacakan dongeng, orang tua bisa memeluk lembut anaknya, dan mengucapkan lima kalimat ajaib.

Pengasuhan yang benar adalah kata kuncinya. Jika orang tua tak memahami diri anaknya dengan baik, akan salah dalam pola pengasuhannya, tegas Intan.

Penulis: Heni Dwi Utami

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/09/ayah-bunda-jangan-canggung-ucapkan-5-kalimat-ajaib/feed/ 0
Beri Al Quran Saat Pengambilan Ijazah https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/beri-al-quran-saat-pengambilan-ijazah/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/beri-al-quran-saat-pengambilan-ijazah/#respond Tue, 05 Oct 2021 23:20:33 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=775 Selasa, (5/10/2021) guru kelas 6 SD Mumtaz membagikan ijazah pada siswa kelas 6 tahun ajaran 2020-2021. Pengambilan ijazah dilaksanakan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB di aula gedung 1 SD Mumtaz, Jl. Raya Bebekan No.269 Taman. Pelaksanaan kegiatan ini menyesuaikan aktivitas siswa-siswa di sekolahnya, agar tidak mengganggu aktivitas belajarnya.

Pengambilan ijazah siswa kelas 6 tahun ajaran 2020-2021 bersama Nur Fauziyah, S.Pd wali kelas 6D


Menurut Elya Bahadiq, S.Pd, Wali kelas 6 SD Mumtaz, “Pengambilan ijazah tahun ini hampir sama dengan pengambilan ijazah tahun lalu, yaitu dengan tetap mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan dan diterapkan di SD Muhammadiyah 1-2 Taman.”

Sudah menjadi komitmen SD Mumtaz di masa pandemi ini, bahwa dalam kegiatan dan situasi apapun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Mulai masuk gerbang para siswa diukur suhu tubuhnya dengan thermohand, disemprot sepatunya dengan disinfektan, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika tahun lalu pengambilan ijazah dilakukan dengan metode drive thru, tahun ini pengambilan ijazah dilakukan secara langsung di Aula gedung 1 SD Muhammadiyah 1-2 Taman. Tentu saja dengan memperhatikan tata letak yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak antar kelas, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Ada yang beda pada pengambilan ijazah kali ini. Yakni pemberian cindera mata Al Quran pada para siswa. Ketua Panitia Pelepasan tahun ajaran 2020/2021, Khafid Aminullah, S.Pd mengatakan, “SD Mumtaz ingin memberikan sesuatu yang berarti. Hal tersebut merupakan bentuk kenang-kenangan dari sekolah agar bermanfaat untuk siswa. Pemberian cindera mata berupa Al-Qur’an ini baru diadakan tahun ini, bukan sekedar simbolisasi, tapi kami berharap meski sudah menjadi alumni di sekolah ini, mereka tetap menjadi generasi Qur’ani.”

Kayla Daneswari Kirani Wijaya, mewakili siswa kelas 6 tahun ajaran 2020-2021, untuk menerima cindera mata berupa Al-Qur’an dan memberikan testimoni selama bersekolah di SD Mumtaz


Kayla Daneswari Kirani Wijaya, salah satu siswa yang mengambil ijazah menyampaikan, selama ia bersekolah di SD Mumtaz, ia mendapatkan ilmu agama yang banyak. Siswi yang pernah menjadi juara favorit dalam ajang bakat di SCTV berkat SD Mumtaz dan talent biola yang ia ikuti ini, merasa senang menerima cindera mata berupa Al-Qur’an, dan memiliki rasa semangat untuk mempelajari Al-Qur’an lebih dalam.

Ferdinand Gabriel Ayatullah, mewakili siswa kelas 6 tahun ajaran 2020-2021, untuk menerima cindera mata berupa Al-Qur’an

Senada dengan Kayla, Ferdinand Gabriel Ayatullah, juga memberikan testimoni terkait kesan selama belajar di SD Mumtaz. Ia merasa senang bersekolah di SD Mumtaz karena mendapatkan teman dan guru yang baik. Dengan semangat Gabriel mengatakan, SD Mumtaz memiliki fasilitas belajar yang sangat lengkap dan mendukung.

Pelaksanaan pengambilan ijazah dan pemberian cindera mata berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan yang diharapkan.


Penulis : Qurrota A’yun

Editor: Heni Dwi Utami

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/beri-al-quran-saat-pengambilan-ijazah/feed/ 0
PTS SD Mumtaz Berbasis Proyek https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/pts-sd-mumtaz-berbasis-proyek/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/pts-sd-mumtaz-berbasis-proyek/#respond Tue, 05 Oct 2021 21:59:46 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=771
Fairuz Januarizqullah Mariyono, siswa kelas 5A SD Mumtaz sedang membuat alat peraga sederhana paru-paru manusia (Heni Dwi Utami/sdmumtaz.sch)

Sejak Senin (4/10/2021) hingga Jumat (8/10/2021) murid-murid SD Muhammadiyah 1&2 Taman Sidoarjo, atau yang dikenal dengan sebutan SD Mumtaz melakukan Penilaian Tengah Semester (PTS) tematik berbasis proyek. Sebelumnya sejak Selasa, 28/09/2021 para murid telah melakukan asesmen tengah semester online berpola AKM untuk mata pelajaran Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab) dan Bahasa Inggris.


Menurut Enik Chairul Umah, M.Si, M.Pd, Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, “Asesmen atau penilaian memang mengalami perubahan bentuk. Sebenarnya untuk desainnya tidak berubah, hanya implementasi pelaksanaan di sekolah saja yang berbeda. Menyikapi kebijakan pemerintah yang menetapkan adanya UNBK atau asesmen nasional berbasis komputer, maka kami mempersiapkannya dengan mengenalkan dan melakukan pembiasaan soal-soal yang berpola AKM di semua jenjang kelas. Pada PTS kali ini pembiasaan itu dapat terlihat pada mata pelajaran Ismuba dan Bahasa Inggris. Dan untuk tematik kami melakukannya dengan berbasis proyek.”

Nabila Rahmania Zafiroh, siswi kelas 3B yang sedang membuat proyek origami hewan peliharaan (Heni Dwi Utami/ sdmumtaz.sch)


Lebih lanjut Enik menjelaskan bahwa, ada tiga model asesmen, yakni pertama asesmen terhadap pembelajaran, yang tujuan akhirnya adalah untuk menentukan tingkat pencapaian hasil belajar siswa yang dilakukan di akhir materi pembelajaran. Yang kedua, asesmen untuk pembelajaran. Pada asesmen untuk belajar ini tujuannya mengumpulkan informasi yang membantu guru memberi umpan balik dan tindak lanjut proses belajar. Yang ketiga, asesmen sebagai pembelajaran, yang bertujuan membantu siswa memperbaiki cara belajar dengan menentukan kembali strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Saat ini diharapkan sekolah-sekolah sudah mulai bergeser proses penilaiannya ke arah asesmen sebagai proses belajar murid. Jadi para murid ketika ada ulangan atau PTS dan PAS tidak merasa terbebani. Mereka akan menyadari bahwa penilaian adalah bagian dari proses belajar.


Arif Yuli Purwanto, ST, M.Pd, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Mumtaz menjelaskan, “Para guru kelas 1 hingga kelas 6 SD Mumtaz telah memilih KD (Kompetensi Dasar) yang tepat untuk digunakan sebagai dasar pembuatan proyek. PTS berbasis proyek ini dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan. Kelas 1 membuat dadu rainbow, kelas 2 membuat amazing frame, kelas 3 membuat origami hewan peliharaan, kelas 4 membuat poster hemat energi, kelas 5 membuat model paru-paru sederhana, dan kelas 6 mencangkok tumbuhan. Berbagai proyek tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan multi pendekatan.”

Arif memberikan contoh pada kelas lima, pada hari pertama siswa praktik membuat alat peraga paru-paru manusia. Hari kedua, siswa membuat gambar cerita tentang penyebab kelainan pada organ pernapasan. Hari ketiga, siswa membuat laporan tertulis mengenai proses pembuatan model paru-paru sederhana. Hari keempat, secara sinkronus guru memberikan arahan rancangan pembuatan video presentasi dan asinkronusnya siswa membuat video presentasi. Hari kelima, siswa mengumpulkan video presentasi penggunaan alat peraga paru-paru manusia.

Kegiatan asesmen ini menguatkan nilai-nilai KD harian atau tes tulis yang sudah dilakukan selama proses pembelajaran. Selain itu, melalui PTS berbasis proyek, SD Mumtaz mengajak para siswa mengaplikasikan pengetahuannya dalam bentuk proyek dan menyampaikannya dalam bentuk performa.

Penulis: Heni Dwi Utami

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/06/pts-sd-mumtaz-berbasis-proyek/feed/ 0
Cap 3 Jari di Tengah Pandemi https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/01/cap-3-jari-di-tengah-pandemi/ https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/01/cap-3-jari-di-tengah-pandemi/#respond Thu, 30 Sep 2021 18:18:44 +0000 https://sdmumtaz.sch.id/?p=767
Wahyu Nuri Hayani, S.Pd, salah satu wali kelas 6 tengah memandu siswanya dalam pelaksanaan cap 3 jari di aula gedung 1 SD Mumtaz (sdmumtaz.sch.id)

Kamis, 30 September 2021 telah dilaksanakan cap 3 jari untuk siswa kelas 6 tahun ajaran 2020-2021 di aula gedung 1 SD Muhammadiyah 1-2 Taman pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB, hal tersebut menyesuaikan dengan kegiatan sekolah siswa, sehingga pelaksanaan cap 3 jari tidak mengganggu aktivitas sekolah siswa.


Pelaksanaan cap 3 jari kali ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan, yaitu mencuci tangan, pengecekan suhu, dan wajib menggunakan masker. Selain kegiatan cap 3 jari di sekolah juga dijadikan sebagai moment oleh siswa untuk bertemu dengan teman-teman dan wali kelasnya. Menurut perwakilan siswa kelas 6C yang bernama Ica bahwa dia senang datang kembali ke Sd Muhammadiyah 1-2 Taman, walau hanya untuk melakukan cap 3 jari, selain itu dia juga senang, karena dapat bertemu dengan teman-teman sekelasnya.


Pelaksanaan kegiatan cap 3 jari kali ini sedikit berbeda dengan tahun yang sebelumnya, karena mengikuti perkembangan kondisi di masa pandemi seperti ini. Jika tahun sebelumnya cap 3 jari dilaksanakan dengan metode drive thru, maka tahun ini cap 3 jari kembali dilaksanakan dengan cara yang normal mengingat daerah Taman Sidoarjo telah memasuki zona hijau. Meskipun kegiatan cap 3 jari SD Mumtaz dilaksanakan secara normal tetap tidak melupakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Seluruh siswa dan wali murid yang datang juga telah mentaati protokol sesuai dengan yang sudah ditentukan.


Cap 3 jari di SD Mumtaz berlangsung kondusif karena yang datang untuk melaksanakan cap 3 jari dalam skala kecil dan berdatangan silih berganti, sehingga dapat terhindar dari hal yang tidak di inginkan seperti adanya kerumunan dalam skala besar. Berdasarkan dari pernyataan beberapa siswa mengungkapkan kesan selama menjadi siswa di SD Mumtaz, mereka mendapat banyak sekali ilmu dan pengalaman, seperti mengikuti perlombaan hingga mendapatkan juara, siswa dapat menghafal beberapa surat dalam Al-Qur’an selama bersekolah di Sd Mumtaz, serta siswa juga banyak mengucap terimakasih kepada SD Mumtaz karena telah memberikan dukungan penuh terhadap minat dan bakat siswa dengan memenuhi fasilitas lengkap untuk kebutuhan siswa. Selain itu mereka juga mengungkapkan bahwa guru-guru di Sd Mumtaz sangat ramah, dan baik, begitupun dengan teman-teman yang asyik.


Penulis : Qurrota A’yun dan Septya Maharani

Editor: Heni Dwi Utami

]]>
https://sdmumtaz.sch.id/2021/10/01/cap-3-jari-di-tengah-pandemi/feed/ 0