Guru SD Mumtaz berpartisipasi dalam sesi “Teaching Design Thinking through STEAM for Elementary” pada School to School Conference 2025, berbagi praktik pembelajaran berbasis empati, kreativitas, dan inovasi bersama pendidik dari berbagai sekolah. (Reni Hartanti/MumtazNews)
MumtazNews – SD Muhammadiyah 1-2 Taman (SD Mumtaz) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan berpartisipasi dalam ajang bergengsi School to School Conference 2025 yang diselenggarakan di Sekolah Ciputra Surabaya, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Dalam kegiatan ini, SD Mumtaz mendelegasikan 17 peserta, terdiri dari pimpinan sekolah dan guru, termasuk Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Taman, Bapak Fatchul Mubarok, S.Th.I., M.Pd. Kehadiran para pendidik Mumtaz menjadi wujud nyata semangat belajar dan berbagi dalam mengembangkan pendidikan yang berkemajuan.
Tahun ini, konferensi mengusung tema “Cultivating Curiosity: Fostering Innovation in Education”, yang menekankan pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat berinovasi dalam dunia pendidikan.
Acara dibuka dengan sambutan penuh makna dari Martin Blackburn, Executive Principal Sekolah Ciputra. Ia menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah semangat para pendidik:
“Wanting to learn more, wanting to be better, wanting to work together so that we can build that spirit, that hope, and that growth in our students. This is a wonderful opportunity to meet other people, to network, to build your professional communities, and to go on and feed forward into education.”
Melalui sambutan tersebut, Ia menegaskan bahwa keinginan untuk terus belajar, menjadi lebih baik, dan bekerja bersama merupakan kunci untuk menumbuhkan semangat, harapan, dan pertumbuhan dalam diri peserta didik. Melalui konferensi ini, para pendidik memiliki kesempatan berharga untuk saling berjejaring, membangun komunitas profesional, serta meneruskan semangat kolaborasi bagi kemajuan pendidikan.
Seluruh peserta mengikuti sesi di Ciputra Hall, mendengarkan narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus Kurnia Wahyudono, M.M., dosen Universitas Ciputra, yang membawakan topik “Mengubah Mindset untuk Memajukan Pendidikan.” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kemajuan pendidikan harus dimulai dari perubahan cara berpikir pendidik dari sekadar mengajar menuju memberdayakan.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Steven Sutanto, Principal Learning Consultant dari REFO, yang membahas peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan masa depan. Ia menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi mitra strategis guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal, efisien, dan bermakna.
Guru SD Mumtaz antusias mengikuti sesi “Designing Learning through Inquiry and Environment: Collaborative Strategies”, menggali ide-ide segar tentang strategi pembelajaran kolaboratif yang menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan semangat kerja sama di kelas. (Reni Hartanti/MumtazNews)
Usai sesi utama, para peserta dibagi ke dalam 28 kelas paralel dengan topik-topik yang menarik dan aplikatif. Setiap kelas difasilitasi oleh praktisi dan pendidik dari berbagai latar belakang dan negara, yang membagikan berbagi wawasan, pengalaman, dan strategi pembelajaran inovatif. Suasana belajar terasa hangat dan kolaboratif, memunculkan banyak ide segar untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Partisipasi SD Mumtaz dalam kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat visi sekolah sebagai lembaga yang terus tumbuh, beradaptasi, dan berinovasi. Melalui konferensi ini, para guru Mumtaz diharapkan dapat membawa pulang inspirasi dan praktik baik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Dengan semangat “Mumtaz Berinovasi, Mumtaz Menginspirasi”, SD Mumtaz terus melangkah maju menjadi bagian dari perubahan positif dalam dunia pendidikan Indonesia.
Penulis : Reni Hartanti
Editor : ferredika
Recent Comments