Dengan Educaplay, siswa SD Mumtaz berlatih berhitung sambil bermain game digital yang penuh keceriaan.(Reni Hartanti/MumtazNews)
MumtazNews– Pagi itu, lonceng sekolah memang tak berbunyi. Halaman sekolah tampak lengang, tak ada langkah kecil yang berlarian, tak terdengar canda tawa anak-anak yang biasanya memenuhi ruang kelas. Namun, keheningan itu berganti dengan suara riang dari balik layar gawai. Di rumah masing-masing, siswa SD Muhammadiyah 1–2 Taman (SD Mumtaz) duduk dengan antusias, menatap layar penuh semangat, menyambut panggilan belajar dari guru-guru mereka.
Keselamatan dan kesehatan warga sekolah kini menjadi prioritas utama. Hal inilah yang mendorong SD Muhammadiyah 1–2 Taman (SD Mumtaz) menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Nomor 400.3/3497/438.5.1/2025 dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengoptimalkan ruang belajar digital.
Bagi SD Mumtaz, kelas daring bukanlah sekadar jalan keluar sementara. Di balik layar, guru-guru justru menjadikannya panggung untuk berinovasi. Anak-anak tidak hanya diminta belajar, tetapi diajak menapaki sebuah perjalanan yang penuh kesadaran, sarat makna, dan diselimuti keceriaan. Setiap klik, setiap senyum di layar, adalah bukti bahwa belajar bisa tetap hidup, indah, dan berwarna.
Seperti yang disampaikan oleh Lailatul Fitria, S.Pd., salah satu guru SD Mumtaz, pembelajaran daring tidak boleh terjebak menjadi rutinitas yang kaku.
“Kami percaya, pembelajaran daring bukan alasan untuk kehilangan semangat. Justru lewat teknologi, kami menciptakan ruang belajar yang interaktif—tempat anak-anak tetap bisa tumbuh dengan riang dan penuh makna.” tuturnya
Inovasi digital menjadi kunci. Saat berlatih soal, siswa diajak bermain kuis edukatif menggunakan Educaplay, wayground sehingga belajar matematika serasa bermain game. Setiap aktivitas dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, bekerja sama, dan mengekspresikan ide.
Lebih dari sekadar teknologi, guru-guru Mumtaz menghadirkan pendekatan belajar yang menumbuhkan hati sekaligus mengasah pikiran anak. Mindful learning dihadirkan melalui sapaan hangat, refleksi singkat, dan aktivitas ringan yang membantu siswa lebih tenang, hadir penuh perhatian, serta fokus mengikuti pembelajaran. Meaningful learning diwujudkan dengan mengaitkan materi pada pengalaman sehari-hari mulai dari kegiatan sederhana di rumah hingga peristiwa yang dekat dengan kehidupan anak sehingga pelajaran terasa nyata, relevan, dan bermanfaat. Sementara itu, joyful learning tumbuh dari suasana kelas virtual yang dipenuhi gelak tawa, permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga kolaborasi kreatif yang membuat anak-anak sennag belajar meski dari balik layar.
Meski jarak memisahkan, semangat belajar siswa SD Mumtaz tetap menyala. Dari ruang-ruang kecil di rumah mereka, tumbuh keyakinan baru: bahwa pendidikan selalu bisa menemukan jalan selama dijalankan dengan hati, makna, dan keceriaan yang tak pernah padam.
Penulis : Reni Hartanti
Editor : ferredika
Recent Comments