Siswa - siswi SD Mumtaz belajar memahami dan mengelola agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik (Daisyre/Mumtaznews)
MumtazNewz – Taman, 15 Oktober 2025 – Aula Gedung 1 SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman hari ini tampak begitu hidup dengan keceriaan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Pengembangan Diri bertema “Cara Mengelola Emosi dengan Bijak.” Kegiatan ini merupakan salah satu program pembentukan karakter di SD Mumtaz yang bertujuan membantu siswa memahami dan mengendalikan emosi mereka secara positif dalam kehidupan sehari-hari.
Acara diawali dengan pembacaan doa bersama yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional yang perlu ditumbuhkan sejak dini. Dengan memiliki kemampuan ini, siswa diharapkan dapat bersikap lebih tenang, sabar, serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan teman maupun guru.
Kegiatan pengembangan diri kali ini menghadirkan dua pembicara inspiratif dari Mahasiswa Profesi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yaitu Dila Arum Kusumastuti, S.Psi, MPSDM dan Hardaning Prayacita, S.Psi. Keduanya membawakan materi dengan gaya yang interaktif dan menyenangkan, sehingga suasana aula terasa hidup dan penuh semangat. Dalam pemaparannya, Dila Arum Kusumastuti menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasakan berbagai emosi.
“Merasa marah, sedih, atau kecewa itu hal yang wajar. Namun yang penting adalah bagaimana cara kita mengelolanya agar tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengajak siswa untuk mengenali tanda-tanda saat emosi mulai muncul dan melatih diri untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi, misalnya dengan menarik napas dalam-dalam atau menghitung perlahan.

Antusias siswa kelas 5 mencoba menjelaskan perasaan nya dalam sesi praktek (Daisyre/Mumtaznews) Anak-anak diajak mengenali berbagai jenis emosi melalui permainan peran dan simulasi sederhana. Para pembicara juga memberikan tips praktis tentang cara menenangkan diri dan mengungkapkan perasaan dengan sopan. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya yang berani berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana mereka mengatasi rasa marah atau kecewa.
Menjelang akhir kegiatan, para pembicara berpesan bahwa mengelola emosi bukan berarti menahan perasaan, tetapi belajar mengekspresikannya dengan cara yang tepat. Dengan begitu, hati akan terasa lebih tenang dan hubungan dengan orang lain tetap harmonis.
Melalui kegiatan pengembangan diri ini, SD Mumtaz terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, berakhlak mulia, dan mampu berperilaku positif dalam setiap situasi.
Penulis : Daisyre
Editor : Ferredika
Recent Comments